Pembuatan Kompos dengan Bantuan Cacing (Vermikompos)

28 March 2010 at 00:19 12 comments

Kurang lengkap dan seru rasanya jika hanya liputannya saja yang diinformasikan. Untuk itu, saya rasa perlu juga menginformasikan penjelasan mengenai apa sebenarnya vermikompos, beserta cara pemanfaatan/pembuatan vermikompos dari awal.

Here it is.

Enjoy the show.

(Sebelumnya, Anda dapat memperoleh file pdf tentang cara pembuatan vermikompos ini disini. Di dalam file tersebut, dijelaskan teknik pembuatannya, dilengkapi dengan bagan dan gambar.)

Pengertian Vermikompos

Vermikompos adalah kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan-bahan organik yang dilakukan oleh cacing tanah. Vermikompos merupakan campuran kotoran cacing tanah (casting) dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah. Oleh karena itu, vermikompos merupakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan kompos lain yang kita kenal selama ini.

Kandungan Vermikompos

  1. Humus
  2. Hormon pertumbuhan tanaman
  3. Mikroba tanah

Kualitas vermikompos tergantung pada jenis bahan media atau pakan yang digunakan, jenis cacing tanah, dan umur vermikompos. Vermikompos yang berkualitas baik ditandai dengan warna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah dan matang (C/N < 20).

Aplikasi Vermikompos

Vermikompos dapat digunakan sebagai pupuk organik tanaman sayur-sayuran, buah-buahan, bunga, padi dan palawija, serta untuk pemupukan rumput (misalnya untuk lapangan golf).

Keunggulan Vermikompos

Berikut ini beberapa keunggulan yang dimiliki vermikompos:

  • Vermikompos mempunyai kemampuan menahan air sebesar 40-60% sehingga mampu mempertahankan kelembapan.
  • Memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah.
  • Vermikompos mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu, Zn, Bo, dan Mo tergantung pada bahan yang digunakan.
  • Membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman.
  • Meningkatkan kesuburan tanah.
  • Membantu proses penghancuran limbah organik.
  • Vermikompos berperan memperbaiki kemampuan menahan air.

Percobaan penggunaan vermikompos pada tomat, kentang, bawang putih, melon, dan bunga-bungaan menunjukkan hasil yang nyata, baik terhadap pertumbuhan maupun produksi tanaman.

Cara Pembuatan Vermikompos

Pembuatan vermikompos dapat dibagi menjadi  3 tahap:

A. Tahap Pengumpulan Bahan

Kumpulkan sampah-sampah organik, misalnya rumput-rumputan, jerami, sampah daun, sisa sayuran, atau sisa makanan (sampah rumah tangga). Sampah jenis ini umumnya mengandung unsur C. Di daerah pedesaan yang umumnya membudidayakan hewan ternak, kotoran ternaknya dapat pula dipakai. Kotoran ini digunakan sebagai sumber N. Jika tidak ada kotoran ternak, pake aja kotoran lu sendiri bisa menggunakan tanaman jenis polong-polongan.

B. Tahap Fermentasi Substrat

  1. Cacah (potong-potong menjadi bagian yang lebih kecil) rumput-rumputan, jerami, sampah daun, atau sisa sayuran, kemudian campurkan. Pencacahan dan pencampuran ini bertujuan agar bahan menjadi lebih homogen dan pengomposan akan relatif lebih cepat.
  2. Susun/tumpuk  secara bergantian antara sampah dedaunan dan kotoran ternak. Volume (p x l x t) tumpukan ini kira-kira 1m x 1m x 1m.
  3. Tutup dengan terpal/karung beras/trash bag/bahan yang mampu menahan air.
  4. Aduk 3 hari sekali hingga 2 minggu.
  5. Kompos dasar telah jadi setelah kira-kira 2 minggu dan siap digunakan sebagai media cacing.

C. Tahap Komposting Sampah oleh Cacing

  1. Kompos yang sudah jadi dimasukkan ke dalam ember/wadah yang memadai.
  2. Masukkan cacing ke dalam wadah tersebut.
  3. Biarkan selama kira-kira 2 minggu.
  4. Vermikompos siap digunakan.

Penggunaan Vermikompos

Setelah jadi, vermikompos dapat digunakan. Contoh takarannya adalah sebagai berikut:

  • Untuk tanaman dalam pot, 1 kg vermikompos dicampur dengan 3 kg tanah.
  • 6-10 kg vermikompos untuk setiap 10 m2 luas lahan atau 6-10 ton/ha lahan sawah.

Takaran penggunaan ini sangat bergantung pada jenis tanaman dan tingkat kesuburan tanah yang akan dipupuk.

Nilai Ekonomis Vermikompos

  • Untuk membuat vermikompos tidak membutuhkan biaya yang mahal. Peralatan dan bahan (teknologi) yang digunakannya sederhana.
  • Tempat/lahan usaha pembuatan vermikompos relatif kecil.
  • Dapat dikerjakan oleh anak-anak hingga dewasa (lansia), pria maupun wanita.
  • Dapat mencegah pemcemaran lingkungan akibat limbah organik yang belum dimanfaatkan.
  • Bahan media atau pakan cacing tanah merupakan limbah organik yang tidak perlu dibeli.
  • Dapat mengurangi jumlah sampah organik karena hasil vermikompos kira-kira sebesar 10-40% dari jumlah bahan yang ditumpuk.
  • Dapat dijadikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Demikianlah beberapa informasi mengenai vermikompos dan cara pembuatannya. Bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih jelas mengenai vermikompos dan pemanfaatannya, dapat menghubungi sekretariat Bioter.

File pdf langkah-langkah pembuatan di atas dapat diperoleh disini. Download.

Dan, proyek vermikompos Bioter yang diadakan di Desa Panyandaan (estimasi sampai Juni 2009) diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan menunjukkan hasil yang baik. :)

Entry filed under: Artikel. Tags: , , , , , , , , , , , , , , .

Brosur Vermikompos Bioter

12 Comments Add your own

  • 1. wanita jepang no2  |  29 March 2009 at 09:44

    ini sapa yg nulis??? bang seventy bukan??? mau ku pake laporan yah…..tengkyu…..

    Reply
  • 2. r  |  29 March 2009 at 17:25

    iyeh, ane copy dari kita punya brosur. tdnya mo skalian minta sopkopi brosurnya biar bisa didonlod disini..

    Reply
  • 3. uli  |  15 October 2009 at 19:13

    mas,,mw tanya,,sy sm tmen lg coba2 bikin vermikompos skalian budidaya rubellus… tapi kira2 kemana ya kalo mau ngejual masih skala kecil banget? ada saran maybe?? thanks…

    Reply
    • 4. bioter  |  30 April 2010 at 05:24

      Maaf banget ini udah lama tapi baru jawab sekarang..

      Untuk skala kecil bisa dicoba aplikasi ke tetangga/warga sekitar dulu, misalnya untuk membuat vermikompos dengan sampah rumah tangga.

      Semoga bermanfaat :)

      Reply
      • 5. magnolia_weeda  |  25 May 2010 at 23:26

        wadu…ane ko kaga pernah liat ada komen ini gan..jaman jebot banget…
        masih minat ga ya uli ni bikin vermikompos :D
        kalo skala kecil sih tawarin aja dulu vermikomposnya ke tetangga yang suka nanem2 tanaman hias
        kalo udah rada gede tawarin ke petani terdekat..petani sayuran kalo mau, macam petani sawi ato kangkung
        cacingnya lebih baik dipelihara dulu..biar bisa produksi vermikomposnya lebih banyak…soalnya prinsipnya kan semakin banyak cacing makin banyak juga bahan organik yang dimakan cacing..alhasil verminya juga makin banyak
        kalo udah overlimit…baru dijual deh..tawarin aja ke tempat2 pemijahan ikan, ikan ternak biasanya dikasih suplemen makanan juga, cacing salah satunya
        lumayan loh…satu ikan lel contohnya butuh sekitar 15 ekor cacing sehari, ikan koki sekitar 8 ekor sehari
        pasarnya cukup menjanjikan loh…tinggal cari aja peternak ikan yang potensial..
        oke..moga menjawab meskipun telat bangeeet..hahahaha..

        Reply
  • 6. dev  |  6 November 2010 at 08:59

    wah artikelny bgus skali… Minta ijin copy boz buat arsip
    tanks

    Reply
    • 7. bioter  |  15 November 2010 at 17:03

      makasih kk dev..
      silakan..
      semoga bermanfaat.. :D

      Reply
  • 8. deva  |  6 November 2010 at 09:05

    artikelny bgus boz..
    Minta ijin copy buat arsip..
    Tanks

    Reply
    • 9. bioter  |  15 November 2010 at 17:03

      makasih kk deva..
      silakan..
      semoga bermanfaat.. :D

      Reply
  • 10. eagle are  |  20 June 2011 at 10:38

    assalam. ada jenis-jenis cacing mikrodrili nggak…..?????

    Reply
  • 11. Haryo  |  12 December 2011 at 16:16

    apakah harus menggunakan kotoran hewan jg

    Reply
  • 12. kang ajat  |  9 February 2012 at 20:38

    kami dari kelompok tani srikaya III desa curug kec.kandanghaur Kab.indramayu hp.08520595211 minta bimbingannya donk

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


15 Tulisan Terakhir Bioter

Kalender Bioter

March 2010
M T W T F S S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Bioter’s History

Kunjungan ke Blog Bioter

  • 23,184 kali

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: