Cacing-Cacing Kita
13 April 2009 at 11:40 6 comments
Kegiatan pembuatan vermikompos tanggal 5 April 2009 alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Antusias warga juga cukup baik dalam mengikuti kegiatan ini.
Tapiii,,coba cermati lagi foto disamping ada 1 orang yang bukan warga… Siapa hayyoooo…
Pembuatan vermikompos berdasarkan tempat tumbuhnya dapat dibagi menjadi 2 macam yang sifatnya fleksibel,,tergantung ketersediaan alat dan tempat. Menurut P’Zamzam, cacing bisa ditumbuhkan dalam suatu wadah seperti ember/jolang atau diatas permukaan tanah saja yang terlindungi dari curahan hujan ataupun teriknya matahari karena sifat dari cacing yang sangat sensitif terhadap sinar matahari dan tidak menyukai kondisi lingkungan yang basah/becek misalnya di bawah rambatan tanaman waluh yang merupakan salah satu komoditas utama dari warga Desa Padaasih ini. Hanya saja perawatan untuk cacing pada wadah akan lebih repot mulai dari mengatur aerasi, menjaga kelembaban, sampai memberi makanan pada cacing-cacing tersebut.
Kondisi di bawah rambatan waluh/labu siam merupakan kondisi yang ideal untuk menumbuhkan cacing karena:
- Tidak langsung terpapar dengan sinar matahari, memberikan kondisi yang cukup lembab dan kuantitas cahaya matahari yang masuk sedikit
- Ketika hujan turun, ada perlindungan dari daun-daun waluh yang merambat di jalinan bambu yang dibuat oleh petani sehingga air hujan tidak langsung mengenai permukaan media cacing tanah
- Kelembaban dalam ruang tersebut lebih terjaga
- Mudah, murah, praktis, tidak memerlukan alat tambahan
- Perawatan tidak sesering dalam wadah ember
Oia,, bwt nge-refresh ingatan tmn2 ttg jenis2 cacing yg qta pakai,,,ini beberapa profilnya…
1. Eisenia foetida, menurut P’Zamzam ada kemungkinan klo cacing jenis ini adalah perkawinan dengan cacing dari genus Lumbricus. Nama lain dari cacing ini klo g salah adalah Tiger worm

2. Lumbricus rubellus, yg ini adalah yg biasa qta sebut cacing tanah

3. Felitima asiatica (bener g y nulisnya). Edited: dari google, Pheretima asiatica.

Dalam pemeliharaan cacing, yang harus diperhatikan adalah kegemburan dan ketersediaan makanan untuk si cacing.
Saat banyak kokon yang dihasilkan,,seperti ini,

Maka dilakukan pemisahan antara telur dan cacingnya supaya telurnya bisa menetas. Dengan cara memindahkan cacing ke media baru yang kandungan nutrisinya masih tinggi. Kokon membutuhkan suhu yang tepat untuk menetas, kondisi lingkungan dijaga jangan sampai cebrek dan harus tuus (bahasa Pak Zamzam). Kokon yang siap untuk menetas adalah yang berwarna kecoklatan, mengkilat, dan terlihat ada cacing-cacing kecil yang bergerak-gerak, 1 kokon akan menghasilkan banyak cacing, berkisar antara 4-8.
Untuk cacing yang baru menetas, di atasnya diberi kotoran sapi yang telah diencerkan, bisa juga ditambahkan dengan tumbuhan yang sudah layu supaya cacing2 tersebut pindah ke bagian permukaan dan kita bisa mengambil vermikompos yang insyaAllah udah jd itu…
Mw menambahkan dari postingan kemarin,,kegigihan tmn2 qta dlm membantu P’Ikim ma P’Zamzam dalam membuat vermikompos, (informasi n dokumentasi 5 April 2009 Bioter brsama P’Zamzam dan warga trutama P’Ikim):

Nadia yg lg ngebantuin P’Zamzam memindahkan cacing dr kresek untuk memberi aerasi yg baik

Isti yang bantuin bawa serasah waluh untuk menyerap kelebihan air dr kompos

Daku yg sedang motong-motongin serasah yang dibawa oleh Isti…he..he..

Hegar yg lagi asik berkutat dng cacing untuk dimasukkan ke jolang hitam di sebelahnya
Tapi,,sayang banget g ad dokumentasi Ryan yg lagi bw cacing ini pk motor dari Pasir Impun smpai Panyandaan,,,
Smangat!!!
Entry filed under: Artikel, Liputan, Pictures of Bioter. Tags: .

1.
yg nge-post | 13 April 2009 at 11:48
ryan,,tolong editin lg ya he…he…
2.
r | 13 April 2009 at 17:22
beres pau..
asik nih, nambah orang yg bersedia ngepost..
ntar tambahin lg postingannya ya..
3.
whatswrongwithmelockedmydoor | 14 April 2009 at 11:46
fau…kapan kita panen cacing????
soalnya kemarin pak zam2 bilang 2 bulan baru bisa dipanen…wdew cape deh….
trus berapa kali lipat hasil panennya???? 10 kali kah
trus habis panen d apain yah???? di jual gituh???
berarti minggu ini apakah kita ke sanah lagih???
aku berjamur d rumah ga ngapa2in….
4.
Novita Yustinadiar | 14 April 2009 at 15:22
wah…kalian rajin sekalee…Pada posting2..
Fau, bagus2…sayang gak bisa ikut..heuheu…
Kalian semua hebat!!!!
Perjuangannya..salut lah!
gut..gut..guuut…!!!
5.
wanita jepang no1 | 15 April 2009 at 14:14
kaw jamuran…ulan lumutan…aku pakuan…hahahaha…
iya nih..kangen ke panyandaan…rasanya sudah beribu taun lalu…
6.
trytofixme | 17 April 2009 at 13:24
hmmmm lebay…..